Ulasan Singkat Funiculi Funicula, before the coffee gets cold



Judul: Funiculi Funicula, before the coffee gets cold

Oleh: Toshikazu Kawaguchi

Alih Bahasa: Dania Sakti

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 224 halaman.

Tahun terbit: 2021

 

Terletak di sebuah gang kecil, kafe Funiculi Funicula terkenal dengan kisah kembali ke masa lalu. Legenda ini terdengar menarik, begitu pikir orang-orang sebelum mengetahui peraturan yang begitu rumit. Pertama, sekalipun kembali ke masa lalu, kita tidak bisa menemui orang yang belum pernah pergi ke kafe tersebut. Kedua, sekuat apa pun usahamu saat kembali ke masa lalu, kenyataan tidak akan berubah.  Ketiga, tidak boleh pindah dari kursi khusus yang bisa membawa ke masa lalu. Keempat, waktu yang terbatas, jangan sampai kopinya dingin!  

Meski begitu, ada beberapa orang yang tetap melakukannya meski dengan peraturan rumit itu. Kira-kira, apa yang membuat mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan tersebut? Jika kenyataan tidak bisa berubah, apa manfaat yang mereka dapatkan dari perjalanan singkat itu?

Kenyataan tidak berubah

Aturan ini mengingatkan saya pada kenyataan dalam hidup. Sesekali kita “kembali” ke masa lalu. Mengingat peristiwa yang menyenangkan, menyedihkan, atau menimbulkan penyesalan. Meski begitu, kenyataan di masa sekarang tak pernah berubah sebanyak apapun kita meratapi masa lalu.

Jangan sampai kopinya dingin

Aturan ini mengingatkan saya bahwa cukup sebentar saja menengok ke masa lalu, jangan berlarut-larut. Apabila terlalu tenggelam di sana, maka kita tidak bisa kembali ke masa depan. Kita akan hidup di masa lalu dan tak bisa melakukan perubahan apa pun di masa depan.

Novel ini menarik, meski begitu ada beberapa hal mengganjal yang muncul di pikiran. Pertama, pendalaman karakter yang kurang kuat. Sebagai contoh, hantu yang selalu duduk di kursi dan segala kebiasaannya. Saya tidak tahu apakah hal ini akan dibahas di novel berikutnya atau tidak. Akan tetapi, ini cukup mengganggu bagi saya karena dia selalu muncul di setiap cerita. Kedua, adegan menunggu hantu pergi ke toilet yang dilakukan berulang kali terasa membosankan. Ketiga, alasan munculnya kafe Funiculi Funicula dan keajaiban menjelajah waktu masih menjadi misteri.

Namun, jika kita kesampingkan hal tersebut, novel ini tetap menarik untuk dibaca. Kisah para penjelajah waktu memberikan makna bahwa perubahan itu bisa terjadi bergantung pada keputusan yang kita ambil di masa kini. Dengan ketebalan 224 halaman, novel ini cocok sebagai teman kamu minum kopi. Hal yang perlu kamu ingat, jangan sampai kopimu dingin karena terlalu asyik membaca Funiculi Funicula.

0 komentar